Selasa, September 24, 2019

Penilaian Autentik, Penilaian Berbasis Proses

Niki Ali Akbar

Penilaian Autentik, Penilaian Berbasis Proses

Penilaian Autentik, Penilaian Berbasis Proses


Fokus utama penilaian dalam pendidikan adalah sikap dan perilaku siswa, menyusul penilaian akademik dan penilaian keterampilan. Proses aktivitas ketiga area ini sangat mungkin dilakukan secara autentik, yaitu menilai proses pembelajaran serta hasil belajar. Umum jika guru mengalami kesulitan ketika harus menilai aspek sikap dan menuangkannya dalam laporan hasil belajar. Berbeda saat menilai aspek pengetahuan yang dianggap sangat mudah oleh guru.

Aspek
Sumber penilaian
Menilai sikap
Diperoleh dari aktivitas proses belajar siswa.
Cara menilai dengan menggunakan rubrik penilaian.
Menilai keterampilan
Diperoleh dari aktivitas proses, namun dapat juga diperoleh dari hasil akhir (dalam bentuk karya).
Cara menilai dengan menggunakan rubrik penilaian.
Menilai pengetahuan
Diperoleh dari hasil akhir, namun dapat juga diperoleh dari proses.
Cara penilaian menggunakan scoring atau dapat juga menggunakan rubrik penilaian.

Chatib (2009), dalam buku Sekolahnya Manusia telah lebih awal menyebut penilaian autentik sangat manusiawi dalam menilai proses dan hasil belajar siswa. Kurikulum 2013 telah mengadopsi model penilaian ini ke dalam sistem penilaiannya. Penilaian autentik didasari pada:
  1. Sifat proses pembelajaran adalah apersepsi–scene setting berbasis otak.
  2. Sifat proses pembelajaran adalah scientific approach atau pendekatan ilmiah.
  3. Sifat penilaian proses pembelajaran adalah assessment authentic atau penilaian autentik (penilaian berbasis proses).
Diagram alir penilaian autentik berbasis proses sebagaimana disebut Chatib (2009) bermuara dari input awal siswa sebagai anak bangsa yang ingin belajar.

Diagram alir penilaian autentik berbasis proses


Bentuk penilaian autentik mencakup penilaian kinerja, portofolio, dan tes tertulis. Keunggulan yang diperoleh dari penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran, sebagai berikut:
  • Guru memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu.
  • Aktivitas belajar siswa mencerminkan masalah dunia nyata.
  • Guru menggunakan berbagai cara dan kriteria.
  • Cara penilaian holistik, meliputi kompetensi utuh yang merefleksikan sikap, keterampilan dan pengetahuan.
Logika dasar penerapan penilaian autentik, sebagai berikut:
  • Pengukuran tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran/informasi tentang kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan sikap seorang siswa.
  • Hasil penilaian tidak mutlak dan tidak abadi karena siswa terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang dialaminya.
Kita menyadari, bahwa banyak di antara kita saat masih bersekolah mendapatkan nilai ujian di bawah standar, atau pas-pasan atau mungkin juga sempurna. Namun nilai itu tidak abadi terhadap kondisi keadaaan kita di masa sekarang. Seiring usia kedewasaan kita seiring itu pula respons kondisi 
keadaan masa depan berkembang. Sehingga cerita siswa paling bodoh saat masih bersekolah, kemudian menjadi pengusaha sukses di kemudian hari menjadi fakta nyata di kehidupan kita. Sempit jika nilai hasil tes standar digunakan untuk proses pembelajaran tumbuh kembang siswa.

Penilaian autentik adalah penilaian pada saat proses belajar siswa berlangsung. Motivasi siswa untuk berhasil adalah esensi yang terkandung dalam penilaian autentik. Motivasi dari semua pihak akan dapat membantu siswa yang awalnya merasa tidak berhasil melakukan aktivitas pembelajaran tertentu, menjadi sebuah keyakinan untuk berhasil. Sebab pola kerja penilaian autentik adalah ipsative dan ability test.

Apa itu ipsative dan ability test? Ipsative dalam penilaian autentik adalah penilaian terhadap hasil belajar siswa diukur dari perkembangan siswa itu sendiri sebelum dan sesudah pembelajaran. (Chatib,2009: 163)

Hasil riset Kazuo Murakami menyimpulkan bahwa setiap individu adalah berbeda dalam usahanya untuk meraih prestasi terbaiknya. Karena itu, guru dan orangtua disarankan tidak membandingkan prestasi siswa/anaknya dengan siswa/anak lainnya. Adapun ability test adalah tes kemampuan yang bertujuan mengetahui kemampuan siswa, bukan ketidakmampuan siswa. (Chatib, 2009: 157)
Penilaian Autentik, Penilaian Berbasis Proses ini merupakan salah referensi yang baik dan benar sesuai harapan anda, bisa digunakan untuk Artikel dengan demikian file tersebut bisa memenuhi dan mengakhiri pencarian di Google.